Sate maranggi enak kini bisa ditemukan di kawasan Depok II. Seporsinya mulai dari Rp 35 ribu dengan pilihan isian daging premium dan lemak yang meleleh di mulut.
Sate maranggi jadi ikon kuliner Jawa Barat, terutama di Purwakarta. Sate berbumbu manis ini juga populer di Bogor hingga Puncak-Cianjur. Banyak nama penjual sate maranggi ternama sudah terkenal di kalangan foodies.
Kini, menikmati sate maranggi enak tak harus di kawasan-kawasan ikonik tersebut. Di Depok, belakangan diramaikan dengan rumah makan pendatang baru, Sate Maranggi Mas Kulin di Jalan Siliwangi, Depok II.
Keliling Jawa Barat untuk temukan resep yang pas
Kepada detikFood (28/12/2025), Don selaku pemilik Sate Maranggi Mas Kulin, menceritakan asal-usul bisnis kuliner keluarga ini. Semua bermula dari usaha katering sang ibu tahun 1970 hingga awal 2000-an yang berbasis di Surabaya dan Merak.
Sayangnya, usaha kuliner itu terhenti. Kemudian saat masa pandemi Covid-19, Don berpikir melanjutkannya dengan cara lain, yaitu membuka rumah makan. Berbekal pengetahuannya soal bumbu-bumbu masak sedari kecil, ia percaya diri mewujudkannya.
Sate maranggi sengaja dipilih karena merupakan hidangan favorit keluarganya. "Karena kami sekeluarga sering kuliner sate maranggi. Kita sampai muter-muter Jawa Barat untuk coba," kata Don.
Berbekal 'bank rasa' aneka sate maranggi yang sudah dicicipinya, Don bereksperimen membuat resep ala dirinya. Butuh revisi resep 24 kali hingga akhirnya Don siap membuka Sate Maranggi Mas Kulin pada Juni 2025.
Seiring berjalannya waktu, Don tak menutup kemungkinan resepnya kembali direvisi. Salah satu pertimbangannya, menyesuaikan masukan dari pelanggan. Buktinya, saat ini resepnya sudah direvisi yang ke-26 kali.
Mengenai nama, Mas Kulin dipilih karena menggambarkan hobinya dulu, olahraga di gym yang identik dengan kebiasaan seorang pria maskulin.
Detail Informasi | |
| Nama Tempat Makan | Sate Maranggi Mas Kulin |
| Alamat | Jalan Siliwangi Nomor 9A, Depok II |
| sate.maskulin | |
| Jam Operasional | 11.00-21.00 |
| Estimasi Harga | mulai dari Rp 35 ribu untuk sate maranggi |
| Tipe Kuliner | sate maranggi dan mie ayam |
| Fasilitas |
|
Pakai tenderloin dan lemak sapi grass-fed
Tak hanya resepnya yang istimewa, Don juga memilih bahan premium untuk membuat sate maranggi ala dirinya. Ia menggunakan bagian has dalam (tenderloin) yang terkenal empuk.
"Kita hanya pakai tenderloin. Namun ada tantangannya karena tiap 1 ekor sapi hanya punya 5 kilogram (kg) tenderloin. Jadi, kalau kita sehari butuh 30 kg tenderloin, maka berarti harus dari 6 sapi. Makanya sekarang saya pakai 4 supplier," jelas Don.
Untuk bagian lemak, Don memilih lemak dari daging sapi Australia yang diberi pakan rumput (grass-fed). Don mengatakan pemilihan bagian daging dan lemak ini memang disesuaikan dengan patokan standar Sate Maranggi Mas Kulin.
Marinasi 4 hingga 12 jam agar bumbu meresap
Tahapan penting dari membuat sate maranggi tentu proses marinasi dan pembakaran. Don mengatakan minimal daging sate dimarinasi selama 4 jam dan maksimal 12 jam.
Lamanya proses marinasi tergantung dari trafik pengunjung. Don berujar, "Kalau misalkan pembeli lagi ngalir terus, daging yang dimarinasi 4 jam itu sudah bisa kita tusuk."
Semakin lama proses marinasi, maka semakin empuk dan meresap bumbu sate. Proses marinasi pun tak sembarangan.
"Kita lakukan proses marinasi dingin di freezer khusus. Jadi suhunya bukan bertujuan membuat daging beku, melainkan khusus marinasi. Jadi kita setting dinginnya di medium," lanjut Don.
(adr/adr)