Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:13 WIB
wilayah Jakarta
Back
Langkah Emas Raih Kemenangan

5 Tips Makan dan Minum yang Tepat agar Puasa Bebas Khawatir Bau Mulut

Sonia Basoni - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Asian woman drinking tap water from glass in the kitchen
Foto: Getty Images/AntonioGuillem
Jakarta -

Banyak orang mengalami masalah bau mulut saat puasa. Hal ini bisa diatasi dengan mengatur pola makan dan minum. Begini tipsnya!

Ramadan merupakan bulan suci yang dijalani umat Islam dengan berpuasa serta memperbanyak ibadah dan refleksi diri. Selain membawa manfaat spiritual, puasa juga memberikan dampak positif bagi kesehatan, seperti membantu mengontrol kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.

Namun, di balik manfaat tersebut, sebagian orang menghadapi persoalan bau mulut atau halitosis selama berpuasa. Kondisi ini umumnya terjadi akibat berkurangnya produksi air liur.

Padahal, air liur berperan penting dalam menghambat pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Ketika produksi air liur menurun, bakteri lebih mudah berkembang dan memicu bau tidak sedap. Meski demikian, masalah ini dapat diatasi dengan langkah yang tepat dan konsisten.

Dilansir dari Dr Michaels (19/02/2026), berikut 5 tips mudah mencegah bau mulut saat menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.

1. Jaga Kebersihan Mulut Secara Rutin

Portrait of a beautiful young woman flossing her teeth in the bathroom at homeJaga Kebersihan Mulut Secara Rutin. Foto: dok. iStock

Menjaga kebersihan mulut menjadi kunci utama untuk mencegah bau mulut saat berpuasa. Sikat gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah makan sahur dan setelah berbuka puasa, selama dua hingga tiga menit menggunakan pasta gigi berfluorida.

Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi penumpukan plak serta sisa makanan yang dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau. Selain itu, gunakan benang gigi atau flossing setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau sikat gigi biasa.

Membersihkan lidah juga tidak kalah penting. Gunakan pembersih lidah untuk mengangkat lapisan bakteri yang menempel di permukaan lidah karena area tersebut sering menjadi sumber utama bau mulut.

2. Hindari Makanan Pemicu Bau Mulut

Resep Oseng Petai dan Bawang BombayOseng petai. Foto: iStockphoto

Pilihan makanan saat sahur dan berbuka turut memengaruhi aroma napas sepanjang hari. Beberapa jenis makanan seperti bawang putih, bawang merah, petai, serta makanan berbumbu tajam mengandung senyawa sulfur yang dapat meninggalkan bau kuat di dalam mulut.

Produk olahan susu seperti keju dan susu juga berpotensi meningkatkan senyawa sulfur yang memicu bau tidak sedap. Selain itu, makanan tinggi lemak dan gorengan dapat memicu gangguan pencernaan yang berujung pada aroma kurang sedap dari mulut.

Sebagai alternatif, konsumsilah buah dan sayuran yang kaya air seperti semangka, bayam, mentimun, dan seledri. Kandungan airnya membantu membersihkan sisa makanan sekaligus menjaga kelembapan rongga mulut.

3. Minum Air Putih dengan Rumus 3-2-3

Close up of a young man drinking water from a plastic bottle . He is listening to music from small white earphones and his eyes are closed. The sun is shining strong in the background.Minum Air Putih dengan Rumus 3-2-3. Foto: iStock

Kecukupan cairan sangat berpengaruh terhadap kesegaran napas selama berpuasa. Kurangnya asupan air putih dapat menyebabkan mulut kering atau xerostomia, kondisi yang memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau.

Untuk mencegahnya, orang-rang dianjurkan mengonsumsi 8 hingga 10 gelas air putih di antara waktu berbuka dan sahur. Pola minum dapat dibagi dengan metode 3-2-3, yakni tiga gelas saat berbuka, dua gelas sebelum tidur, dan tiga gelas saat sahur.

Asupan cairan seperti air putih cukup membantu menjaga produksi air liur tetap optimal. Air liur sendiri berfungsi sebagai antibakteri alami yang membersihkan rongga mulut dari sisa makanan dan mikroorganisme penyebab bau tidak sedap.

4. Membatasi Minuman Berkafein dan Manis

Minuman berkafein seperti kopi dan teh sebaiknya dikurangi selama Ramadan. Kafein memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh sehingga memicu dehidrasi dan mulut kering.

Kondisi ini memperbesar risiko munculnya bau mulut saat menjalankan ibadah puasa. Sementara itu, minuman manis mengandung gula yang menjadi sumber makanan bagi bakteri di dalam mulut. Pertumbuhan bakteri yang tidak terkendali akan menghasilkan aroma tidak sedap.

Selain itu, kandungan asam pada minuman berkafein dan manis dapat mengganggu keseimbangan pH rongga mulut, sehingga bakteri lebih mudah berkembang. Untuk pilihan yang lebih sehat, utamakan minum air putih atau teh herbal tanpa gula saat berbuka maupun sahur.

5. Waktu Tepat Menyikat Gigi dan Periksa ke Dokter Gigi

Mother and son brushing teeth in bathroom. Woman with her son brushing teeth together and looking in mirror.Sikat gigi. Foto: Istock

Setelah berbuka puasa, sebaiknya tunggu sekitar 30 hingga 60 menit sebelum menyikat gigi. Waktu tersebut dibutuhkan agar air liur bekerja secara alami menetralkan kadar asam dalam mulut dan membersihkan sisa makanan.

Menyikat gigi terlalu cepat setelah makan dapat berisiko merusak lapisan enamel gigi, terutama jika mengonsumsi makanan atau minuman asam. Selain menjaga rutinitas kebersihan mulut, pemeriksaan ke dokter gigi secara berkala juga penting dilakukan.

Menjadwalkan kunjungan sebelum dan sesudah Ramadan dapat membantu memastikan kondisi gigi dan gusi tetap sehat. Pola makan seimbang yang kaya buah dan sayur pun turut mendukung kesehatan rongga mulut selama berpuasa.

(sob/adr)