Jangan Keseringan, Ini Efek Makan Mie Instan Setiap Hari buat Kesehatan

Jangan Keseringan, Ini Efek Makan Mie Instan Setiap Hari buat Kesehatan

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 08 Jan 2026 11:30 WIB
Mie instan
Foto: iStock
Jakarta -

Mie instan memang enak dan murah. Namun asupannya perlu diperhatikan karena jika terlalu sering, makanan tersebut akan memberi efek samping kesehatan.

Mie instan merupakan salah satu makanan favorit banyak orang karena murah, praktis, dan nyaman. Para pelajar, pekerja yang sibuk, hingga beberapa keluarga yang mencoba menghemat anggaran bahan makanan juga memilih untuk makan mie instan.

Memang makanan kemasan ini bisa diandalkan dari segi rasa dan harga, tetapi perlu diperhatikan konsumsinya. Mengonsumsi mie instan sehari-hari bisa menyebabkan sejumlah efek terhadap tubuh.

Dilansir dari independent.co.uk (17/11/2025), berikut penjelasan lebih lanjut terkait fakta mie instan serta efeknya dalam tubuh.

ADVERTISEMENT

1. Mie instan terjangkau, serbaguna, dan erat dengan budaya

Mie instanMie instan seringkali jadi makanan andalan banyak orang. Foto: iStock

Tidak perlu bingung atau repot saat makan mie instan. Pasalnya makanan ini sangat mudah didapat. Satu bungkusnya juga murah. Selain itu hanya membutuhkan beberapa menit untuk menyiapkan hidangan yang bikin kenyang ini. Mie instan juga punya umur simpan panjang sehingga bisa dijadikan stok makanan.

Tak hanya soal serbaguna dan terjangkau, mie ini juga memiliki makna budaya yang penting. Bagi banyak orang atau pelajar internasional yang merantau, makanan instan ini punya cita rasa familiar.

Sebungkung Maggi goreng, Shin Ramyun, atau seporsi Indomie yang dinikmati di luar negeri mampu membawa seseorang kembali ke dapur masa kecil. Menjadikannya sebagai hidangan yang penuh dengan kenangan.

2. Kandungan mie instan

mie instanKandungan di dalam mie instan perlu diperhatikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/whitewish

Meskipun mie instan menawarkan kenyamanan, tetapi profil nutrisinya perlu diperhatikan.

Sebungkus mie instan biasanya dibuat dari mie berbahan dasar campuran tepung terigu, air, garam, dan minyak sayur yang kemudian dikukus, digoreng cepat, dan dikeringkan. Lalu mie ini disajikan bersama dengan bumbu penyedap, MSG, dan pengawet untuk memperkaya rasa dan membuatnya tahan lebih lama.

Beberapa versi mie instan menyertakan sayuran kering atau bawang putih goreng renyah yang mampu meningkatkan cita rasanya.

Sayangnya rata-rata mie instan sangat tinggi akan garam. Satu bungkus standar bisa mengandung 600-1.500 mg natrium. Artinya hal ini mendekati bahkan melebihi asupan natrium harian yang direkomendasikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hanya merekomendasikan asupan garam kurang dari 2.000 mg per hari.

Seiring waktu asupan natrium tinggi bisa memberi tekanan pada jantung dan ginjal.

Selain itu, kebanyakan mie instan terbuat dari tepung olahan, bukan tepung dari gandum utuh. Alhasil mie ini tidak mengandung banyak serat yang mana penting untuk membantu menjaga pencernaan tetap teratur dan mendukung kesehatan usus.

Mie instan juga rendah protein tetapi tinggi karbohidrat. Memang makan mie instan bisa membuat perut kenyang, tetapi tidak akan bertahan lama. Setelahnya rasa lapar akan kembali muncul.

Makanan tersebut juga rendah nutrisi penting lainnya, seperti vitamin dan mineral. Padahal nutrisi tersebut penting untuk membantu tubuh berfungsi dengan baik setiap harinya.



3. Risiko makan mie instan setiap hari

Mie instanMengonsumsi mie instan tidak boleh terlalu sering karena bisa menimbulkan risiko bahaya. Foto: iStock

Mengonsumsi mie instan sekali tidak akan membahayakan. Namun hal ini tentu akan berbeda jika mie instan dikonsumsi terlalu sering.

Menurut independent.co.uk, sebuah studi terhadap orang dewasa Korea Selatan menemukan konsumsi mie instan terlalu sering dikaitkan dengan sindrom metabolik lebih tinggi, terutama di kalangan wanita.

Sindrom metabolik merupakan kondisi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, lemak perut berlebihan, hingga kolesterol abnormal yang terjadi bersamaan dan secara signifikan meningkatkan risiko penyakit bahaya, seperti jantung, stroke, hingga diabetes tipe-2.

Penelitian ini memang tidak membuktikan mie instan secara langsung bisa menyebabkan masalah kesehatan, tetapi menunjukkan bahwa apa yang dimakan secara teratur bisa memengaruhi kesehatan seseorang dari waktu ke waktu.

Mie instan juga biasanya dikonsumsi begitu saja tanpa dikombinasikan dengan bahan lain, seperti sayuran. Kurangnya variasi bahan makanan berarti makanan tersebut juga kehilangan nutrisi.

4. Batasi asupannya

Makan mie instan terlalu sering memang bisa memberikan efek buruk. Namun bukan berarti kamu sama sekali tidak boleh memakannya.

Mie instan tetap bisa dimakan asalkan dibatasi asupannya. Misalnya hanya mengonsumsi satu-dua porsi dalam satu minggu dan tidak boleh lebih dari itu.

Tetapi ada juga yang membuat batasan lebih ekstrem yaitu dengan hanya memperbolehkan mengonsumsi mie instan satu atau dua kali dalam sebulan.

Jika ingin mengonsumsi mie instan, kamu juga bisa menambah sayuran, seperti bayam, sawi, brokoli, hingga wortel untuk meningkatkan serat serta vitamin. Protein, seperti telur rebus atau ayam juga bisa ditambahkan untuk membantu kenyang lebih lama.

Bumbu sachet di dalamnya juga bisa dikurangi. Pasalnya bumbu ini yang merupakan sumber utama garam. Kamu bisa menggantinya dengan rempah-rempah alami, seperti bawang putih, cabai, atau jahe.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Ahli Gizi Tak Sarankan Sahur Pakai Mi"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads