Burger merupakan menu populer di restoran Barat dan restoran fast food. Kamu perlu mengenali ciri-ciri burger yang tidak terbuat dari 100% daging sapi agar bisa mewaspadai konsumsinya.
Burger merupakan menu simpel berbahan dasar patty daging sapi. Namun, tidak semua patty burger di pasaran benar-benar terbuat dari 100% daging sapi asli.
Melansir Eat This, Not That! (24/12), ahli gizi Tara Collingwood, MS, RDN, CSSD, LD/N, ACSM-CPT, mengungkap ada cara untuk mengetahui apakah burger itu menggunakan campuran bahan selain daging sapi atau tidak. Jika ya, maka konsumsinya berlebihan perlu diwaspadai karena khawatir berdampak negatif untuk kesehatan.
Berikut 7 tanda burger favoritmu tidak terbuat dari 100% daging sapi:
Restoran yang menjual burger tanpa 100% daging sapi tidak akan dapat ditemukan klaim '100% Beef' di restorannya. Foto: Harian Metro |
1. Tidak Ada Klaim '100% Beef'
Burger berbahan daging sapi murni umumnya mencantumkan klaim '100% daging sapi (beef)' secara jelas. Jika deskripsi menu hanya menggunakan istilah umum seperti beef patty atau seasoned beef, maka patty tersebut berpotensi mengandung bahan tambahan selain daging sapi.
2. Daftar Bahan Terlalu Banyak
Daging sapi asli seharusnya memiliki komposisi sederhana. Munculnya bahan seperti protein kedelai, textured vegetable protein (TVP), maltodekstrin, carrageenan, fosfat natrium, atau perisa alami menjadi indikasi bahwa patty burger telah dicampur dengan bahan kimia lain.
3. Tekstur Terasa Aneh
Burger yang tidak sepenuhnya terbuat dari daging sapi cenderung memiliki tekstur terlalu halus, kenyal, atau menyerupai spons. Tekstur seperti ini biasanya dihasilkan dari penggunaan filler yang biasa dipakai untuk membuat hot dog.
Patty yang tidak murni daging sapi juga cenderung berair ketika dimasak. Foto: Instagram |
4. Mengeluarkan Banyak Air Saat Dimasak
Patty daging sapi asli memang menyusut saat dimasak karena lemak meleleh. Namun, jika air keluar dalam jumlah berlebihan, maka hal tersebut bisa menandakan adanya penambahan air atau bahan lain yang bukan berasal dari daging sapi.
5. Warna Dalam Patty Abu-Abu dan Seragam
Burger dari daging sapi asli biasanya menunjukkan perbedaan warna antara bagian luar dan dalamnya. Saat dimasak, daging sapi asli memiliki variasi warna, sedangkan patty dengan campuran bahan lain cenderung terlihat seragam berwarna abu-abu dan teksturnya terlalu lembek.
6. Rasa Daging Tidak Kuat atau Terlalu Asin
Cita rasa daging sapi murni dikenal gurih alami. Jika rasa tersebut tidak menonjol dan justru didominasi rasa asin, maka kemungkinan digunakan penambah rasa untuk menutupi kualitas daging yang kurang optimal.
7. Aftertaste Tidak Alami
Tanda terakhir adalah aftertaste yang terasa aneh atau mengganjal. Hal tersebut sering kali berasal dari fosfat, protein terhidrolisis, atau zat penambah rasa yang digunakan dalam produksi daging olahan.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN