Seoul, Korea Selatan tak hanya dikenal sebagai pusat budaya populer, tetapi juga kota dengan tradisi kuliner yang kuat. Tradisi ini berakar pada kehidupan sehari-hari warganya.
Makanan di ibu kota Korea Selatan ini mencerminkan nilai budaya, kebiasaan sosial, hingga cara masyarakat memandang kebersamaan. Dari menu makanan sederhana, pola makan yang berbeda, hingga kebiasaan menyantap hidangan secara bersama-sama, kuliner menjadi bagian penting dalam ritme hidup kota Seoul.
Beragam tradisi makan tersebut masih dijaga di tengah modernisasi Seoul yang bergerak cepat. Inilah sejumlah tradisi kuliner khas yang membuat pengalaman bersantap di Seoul istimewa, dilansir dari Indulge Express (02/01/2026).
1. Ratusan Jenis Kimchi
5 Tradisi Kuliner Unik di Seoul Foto: Getty Images |
Bagi banyak wisatawan, kimchi sering dipersepsikan hanya sebagai sawi putih pedas pendamping nasi. Padahal di Seoul, kimchi merupakan representasi budaya yang jauh lebih luas.
Terdapat ratusan jenis kimchi yang dibuat dari bahan, musim, dan teknik fermentasi berbeda, mulai dari kimchi mentimun yang segar hingga kimchi lobak yang difermentasi berbulan-bulan. Setiap keluarga memiliki resep khas yang diwariskan turun-temurun.
Tradisi membuat kimchi secara bersama-sama pada musim gugur, yang dikenal sebagai kimjang, bahkan diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.
2. Sarapan Nasi dan Aneka Lauk
5 Tradisi Kuliner Unik di Seoul Foto: Getty Images |
Konsep sarapan di Kota Seoul sering mengejutkan pendatang baru dan wisatawan di sana. Tidak ada roti panggang atau sereal manis khas sarapan Barat yang praktis. Sebaliknya, sarapan disajikan lengkap dengan nasi, sup hangat, dan berbagai lauk pendamping seperti makan siang atau malam.
Filosofinya sederhana, tubuh membutuhkan asupan yang cukup sejak pagi. Semangkuk sup rumput laut atau doenjang jjigae dipercaya memberi energi dan ketenangan sebelum beraktivitas.
Tidak ada pembagian pasti terkait menu yang disajikan saat sarapan atau makan malam dalam budaya Korea. Pola makan ini mencerminkan keseimbangan nutrisi dan gizi seimbang.
3. Jajanan Kaki Lima Beragam di Seoul
5 Tradisi Kuliner Unik di Seoul Foto: Getty Images |
Street food atau jajanan kaki lima di Kota Seoul bukan sekadar camilan saja, melainkan hasil keahlian para penjual makanan yang diasah puluhan tahun. Banyak pedagang makanan di Seoul yang hanya menjual satu jenis makanan, seperti tteokbokki atau hotteo dan bertahan selama puluhan tahun..
Di pasar-pasar tradisional yang sudah legendaris, antrean panjang di satu kedai makan bukan karena tren sesaat, tetapi karena kepercayaan pelanggan pada penjual makanan. Setiap kios memiliki karakter rasa tersendiri yang dikenal pengunjungnya.
Rata-rata penjual makanan kaki lima di sana menyajikan dagangan mereka dengan piring kertas dan bangku plastik yang menjadi ciri khas tersendiri.
4. Budaya Makan Bersama Sangat Penting
5 Tradisi Kuliner Unik di Seoul Foto: Getty Images |
Di Seoul, orang-orang jarang makan sendirian. Kebanyakan hidangan dibuat dalam porsi besar dan disajikan untuk disantap bersama.
Dalam bahasa Korea bahkan memiliki istilah shik-gu, yang berarti tradisi keluarga dan makan bersama. Pertanyaan "Sudah makan?" bukan basa-basi bagi orang Korea, melainkan ungkapan perhatian atau bentuk rasa kasih sayang.
Meski tren makan sendiri mulai muncul di kota besar yang semakin modern, nilai kebersamaan tetap menjadi fondasi budaya makan di Korea Selatan. Meja makan berfungsi sebagai ruang membangun hubungan sosial, tempat perhatian dan rasa kasih sayang.
5. Makanan sebagai Cerminan Kehidupan Kota Seoul
5 Tradisi Kuliner Unik di Seoul Foto: Getty Images |
Kuliner di Seoul mencerminkan cara hidup masyarakatnya. Di tengah ritme kota yang cepat dan modern, kegiatan makan tetap menjadi momen penting untuk berhenti sejenak dan berkumpul.
Beragam hidangan, mulai dari daging panggang (Korean BBQ) yang disantap bersama hingga masakan kuil yang sederhana, menunjukkan keseimbangan antara tradisi dan kehidupan modern.
Pola makan ini juga memperlihatkan kesinambungan antar generasi, di mana resep dan kebiasaan makan diwariskan dari masa ke masa.






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN